Sabtu, 06 Mei 2017

Ngaji Taqrib/Fathul Qorib

Posted by Manu karlos on 05.53 with No comments


BAB SHALAT JUM'AT

(فصل) وشرائط وجوب الجمعة سبعة أشياء: الإسلام والبلوغ والعقل والحرية والذكورية والصحة والاستيطان.
وشرائط فعلها ثلاثة: أن تكون البلد مصرا أو قرية. وأن يكون العدد أربعين من أهل الجمعة. وأن يكون الوقت باقيا فإن خرج الوقت أو عدمت الشروط صليت ظهرا
وفرائضها ثلاثة: خطبتان يقوم فيهما ويجلس بينهما وأن تصلى ركعتين في جماعة.
وهيئاتها أربع خصال: الغسل وتنظيف الجسد ولبس الثياب البيض وأخذ الظفر والطيب.
ويستحب: الإنصات في وقت الخطبة ومن دخل والإمام يخطب صلى ركعتين خفيفتين ثم يجلس.

_SYARAT WAJIBNYA JUM'AT_

Syarat wajibnya shalat Jum'at ada 7 perkara:
(a) Islam
(b) Baligh
(c) Berakal sehat
(d) Merdeka
(e) Laki-laki
(f) Sehat
(g) Bertempat tinggal tetap (mustautin).

_SYARAT PELAKSANAAN SHALAT JUM'AT_

Syarat melaksanakan shalat Jumat ada 3:

(a) Adanya tempat itu berupa kota atau desa.
(b) 40 jamaah Jum'at harus terdiri dari ahli Jum'at (yang diwajibkan shalat Jum'at)
(c) Waktunya cukup untuk melaksanakan shalat. Apabila waktunya habis atau syarat tidak terpenuhi, maka diganti shalat dzuhur.

_FARDHU/RUKUN-NYA SHALAT JUM'AT_

Fardhunya shalat Jum'at ada 3:

(a) Adanya 2 khutbah yang dilakukan dengan berdiri.
(b) Duduk di antara 2 khutbah.
(c) Shalat dua roka'at secara berjamaah.

_PERILAKU YANG DISUNNAHKAN DALAM JUM'AT_

Perilaku yang disunnahkan dalam Jum'at ada 4:

(a) Mandi keramas dan Membersihkan badan
(b) Mengenakan pakaian putih.
(c) Memotong kuku
(d) Memakai wewangian.

Dan disunnahkan diam di waktu khutbah. Apabila orang masuk masjid saat imam sedang khutbah hendaknya dia shalat 2  roka'at yang ringan kemudian duduk.

📚 *_Ikuti Terus Ngaji Kitab Taqrib/Fathul Qorib_* 😊❤

Jumat, 05 Mei 2017

Hidup Setelah Mati

Posted by Manu karlos on 05.40 with No comments

Kehidupan setelah Kematian

“Saudaraku, seandainya kematian merupakan tempat peristirahatan yang tenang dari seluruh keluh kesah hidup manusia di dunia… niscaya kematian merupakan suatu kabar gembira yang dinanti-natikan bagi setiap manusia… Akan tetapi kenyataannya berbeda… setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan… kehidupan yang sebenarnya…”

Diantara keimanan kepada hari kiamat adalah meyakini bahwa setelah kematian ini ada kehidupan. Semuanya akan berlanjut ke alam kubur kemudian ke alam akhirat. Di sana ada pengadilan Allah Ta’alayang Maha Adil. Semua manusia akan diadili, mempertanggungjawabkan setiap amalan yang dia perbuat. Allah Ta’alaberfirman,

“Barangsiapa yang berbuat kebaikan meskipun sekecil biji dzarah, niscaya dia akan melihat hasilnya, dan barang siapa yang berbuat keburukan meskipun sekecil biji dzarah, niscaya dia akan melihat akibatnya” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Terakhir Saudaraku, jadilah orang yang cerdas. Orang yang cerdas dalam memandang hakikat kehidupan di dunia ini. Abdullah Ibnu Umar dia pernah berkata, ‘Aku bersama Rosulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada beliau, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’ Dia berkata lagi, ‘Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdas.’” (HR. Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat. Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Thariq

๐Ÿ“š *Ngaji Taqrib/Fathul Qorib

Posted by Manu karlos on 05.17 with No comments

SHALAT BAGI MUSAFIR: JAMAK DAN QASHAR

(فصل) ويجوز للمسافر قصر الصلاة الرباعية بخمس شرائط: أن يكون سفره في غير معصية. وأن تكون مسافته ستة عشر فرسخا. وأن يكون مؤديا للصلاة الرباعية. وأن ينوي القصر مع الإحرام. وأن لا يأتم بمقيم.

ويجوز للمسافر أن يجمع بين الظهر والعصر في وقت أيهما شاء وبين المغرب والعشاء في وقت أيهما شاء، ويجوز للحاضر في المطر أن يجمع بينهما في وقت الأولى منهما.

_SYARAT SHALAT QASHAR_

Boleh bagi musafir untuk mengqashar shalat yang empat raka'at menjadi 2 (dua) raka'at dengan 5 (lima) syarat:
(a) Bukan perjalanan maksiat.
(b) Jarak yang ditempuh mencapai 16 farsakh[1].
(c) Shalat empat raka'at.
(d) Niat qashar saat takbiratul ihram (takbir pertama).
(e) Tidak bermakmum pada orang yang mukim.

_SHALAT JAMAK_

Musafir boleh menjamak (mengumpulkan) shalat antara shalat dzuhur dan ashar dalam satu waktu yang mana saja dan antara shalat maghrib dan isya' di waktu mana saja yang disuka.[2]

Orang yang bukan musafir juga boleh menjamak shalat dalam keadaan hujan dengan syarat melakukannya di waktu yang pertama.

-----------
[1] 16 farsakh kira-kira antara 81 sampai 83 km.
[2] Menjamak shalat adalah mengumpulkan dua shalat fardhu dalam 1 (satu) waktu. Seperti, shalat dhuhur dan ashar dan maghrib dan isya'. Melakukan shalat dzuhur dan maghrib isya' di waktu dzuhur atau maghrib disebut jamak taqdim. Sedang melakukan shalat dzuhur dan maghrib isya' di waktu ashar atau isya' disebut jamak ta'khir.

📚 *_Ikuti Terus Ngaji Kitab Taqrib/Fathul Qorib_* 😊❤

Islam Dan Tradisi

Posted by Manu karlos on 02.32 with No comments

Islam Membenarkan Tradisi Baik Yang Tidak Melanggar Syariat

الْعُرْفُ مَا اسْتَقَرَّتِ النُّفُوْسُ عَلَيْهِ بِشَهَادَةِ الْعُقُوْلِ وَتَلَقَّتْهُ الطَّبَائِعُ باِلْقَبُوْلِ وَهُوَ حُجَّةٌ أَيْضًا وَالْعَادَةُ هِيَ مَا اسْتَمَرَّ النَّاسُ عَلَيْهِ عَلَى حُكْمِ الْعُقُوْلِ وَعَادُوْا إِلَيْهِ مَرَّةً بَعْدَ أُخْرَى. (التعريفات - ج 1 / ص 47)

“Urf atau kebiasaan, adalah sesuatu yang ditetapkan oleh hati dan rasional, serta diterima oleh watak manusia. Ufr juga sebuah hujjah atau dalil. Sedangkan Adat atau tradisi adalah sesuatu yang menjadi kebiasaan orang-orang secara rasional, dan mereka melakukannya berulang-ulang” (Al-Jurjani, al-Ta’rifat 1/47)

Dalil yang dijadikan rujukan para ulama adalah Atsar Sahabatnya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ : مَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ وَمَا رَآهُ الْمُسْلِمُوْنَ سَيّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّىءٌ وَقَدْ رَأَى الصَّحَابَةُ جَمِيْعًا أَنْ يَسْتَخْلِفُوْا أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (رواه احمد والحاكم والطبراني والبزار . قال الذهبي قي التلخيص : صحيح وقال الهيثمي رجاله ثقات)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: “Apa yang dilihat oleh umat Islam sebagai kebaikan, maka baik pula bagi Allah. Dan apa yang dilihat buruk oleh umat Islam, maka buruk pula bagi Allah. Para sahabat kesemuanya telah berpandangan untuk mengangkat khalifah Abu Bakar” (Riwayat Ahmad, al-Hakim, al-Thabrani dan al-Bazzar. Al-Dzahabi berkata: Sahih. Al-Haitsami berkata: Para perawinya terpercata)

Mufti Al-Azhar Mesir menegaskan:

وَهَذَا الْأَثَرُ اسْتَدَلَّ بِهِ جُمْهُوْرُ الْعُلَمَاءِ عَلَى أَنَّ الْعُرْفَ حُجَّةٌ فىِ التَّشْرِيْعِ وَلَكِنْ بِشَرْطِ عَدَمِ تَعَارُضِهِ مَعَ النُّصُوْصِ الصَّرِيْحَةِ وَالْأُصُوْلِ الْمُقَرَّرَةِ .... قَالَ الْعُلَمَاءُ : إِنَّ الْعُرْفَ لَا يُؤْخَذُ بِهِ إِلَّا بِشُرُوْطٍ مِنْهَا أَنْ يَكُوْنَ مُطَّرِدًا أَوْ غَالِبًا أَىْ شَائِعًا بَيْنَ الْكَثِيْرِيْنَ مَعَ مُرَاعَاةِ أَنَّ لِكُلِّ جَمَاعَةٍ عُرْفَهَا وَمِنْهَا أَلَّا يَكُوْنَ مُخَالِفًا لِنَصٍّ شَرْعِىٍّ كَشُرْبِ الْخَمْرِ وَلَعْبِ الْمَيْسِرِ وَالتَّعَامُلِ بِالرِّبَا ... (فتاوى الأزهر - ج 10 / ص 336)

Atsar ini dijadikan dalil oleh mayoritas ulama bahwa urf atau kebiasaan adalah sebuah dalil dalam agama, namun syaratnya tidak bertentangan dengan ajaran agama dan kaidah ushul yang telah ditetapkan... ulama berkata: Urf atau kebiasaan tidak digunakan kecuali dengan beberapa syarat, diantaranya harus berlaku secara umum oleh kebanyakan orang, serta melestarikan kebiasaan masing-masing. Diantaranya juga tidak bertentangan dengan dalil agama, seperti minum khamr, permainan judi dan transaksi riba...” (Fatawa al-Azhar 10/336)

Tradisi yang baik boleh diamalkan baik menurut Madzhab Syafi'iyah maupun Malikiyah. Contohnya adalah Tahlilan menurut Madzhab Malikiyah:

وَكَذَلِكَ التَّهْلِيلُ الَّذِي عَادَةُ النَّاسِ يَعْمَلُونَهُ الْيَوْمَ يَنْبَغِي أَنْ يُعْمَلَ وَيُعْتَمَدَ فِي ذَلِكَ عَلَى فَضْلِ اللهِ تَعَالَى وَمِنْ اللهِ تَعَالَى الْجُودُ وَالْإِحْسَانُ (مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل المالكي - ج 5 / ص 454)

“Begitu pula Tahlil yang menjadi kebiasaan umat Islam yang diamalkan saat ini, dianjurkan untuk tetap dilakukan berdasarkan anugerah dan kebaikan dari Allah” (Mawahib al-jalil 5/454)

Dalam Tahlil misalnya, isinya adalah baca Qur'an, baca Dzikir dan sedekah. Adakah di dalamnya yang melanggar syariat? Jika tidak ada yang bertentangan dengan syariat maka sudah pasti diperbolehkan.

Ma'ruf Khozin, anggota LBM dan Aswaja Center PWNU Jatim

Kamis, 04 Mei 2017

Buah dari keikhlasan Abah KH M. Mansjur

Posted by Manu karlos on 17.02 with No comments


       Sore itu tepatnya sabtu,29 April 2017 seperti biasa sekitar jam 15.00 saya pulang dari kantor MANU Karangploso. Sebenarnya perasaan dan hati ingin sekali lgsg menuju Rumah sakit Prasetya Husada Ngijo Karlos tp karena membawa tas yang berisi dokumen penting akhirnya pulang untuk menaruh tas dan inginnya langsung ke Rumah sakit tapi karena mendengar iqomah sholat ashar di musholla samping rumah saya memutuskan untuk sholat ashar berjamaah dahulu. Selesai berjamaah dan baru masuk rumah sang isteri manggil sambil agak berteriak " Ayah!!!!! Abah Mansjur sedo di rmh sakit Ngijo ....tanpa pikir panjang aku langsung meluncur ke rmh sakit. Disana sdh bnyk berkerumun banyak orang dengan hujan tangis secara bersahut-sahutan dan ada yang histeris seakan tidak percaya kalo Abah sudah wafat...akhirnya aku pun langsung menuju ruang di mana Abah Mansjur selama sekitar 4 hari di rawat.....Ku perhatikan dan ku lihat jasad Abah sudah tidak bernyawa.....Innaa lillaahi wa innailai roojiun.... tanpa ku sadari air mata menetes  di pipi....menangislah diriku....teringat 27 tahun yang silam tepatnya 17 Juli 1990 aku mulai bertemu dan mengenal Abah Mansjur....27 tahun lamanya aku mengenal, mengetahui dan bersamanya.....waktu yang cukup lama itulah yang menyebabkan Abah bukan hanya sekedar guru dan pengasuh tapi lebih dari itu Abah bagaikan orangtuaku sendiri.... Selesai dalam lamunan dan tangisan aku langsung mendekat dan membantu mengeluarkan jenasah dari kamar menuju mobil jenazah bersama putra-putri beliau dan juga santri yang sangat dekat yaitu ust Pujiono....Akhirnya sampailah jenazah Abah di Ponpes PPAI Annahdliyah dan ternyata sudah ratusan warga dan santri sudah menunggu.....Di bawalah jenazah Abah ke Ndalem utara di sertai hujan tangis dari para santri dan warga serta kalimat tahlil......Tidak begitu lama jenazah di bawa ke kamar mandi untuk di sucikan dan alhamdulillah aku dan ust Pujiono  termasuk beruntung karena oleh Alloh swt di beri kesempatan bisa ikut memandikan serta merawat jenazah beliau di samping para putra dan putri beliau....Disaat proses mensucikan jenazah aku membuka jendela ternyata hujan lebat mengiringi prosesi pensucian dan perawatan jenazah....seakan-akan langit menangis dan ikut berbela sungkawa atas wafatnya Abah...Selesai prosesi perawatan jenazah ternyata di luar Ndalem sudah ratusan orang bertakziah dan semakin mendekati proses pemakaman seakan-akan pondok tidak muat menampung karena saking banyaknya orang yang takziah dan ingin memberikan penghormatan terakhir....Ada banyak ulama yang hadir....para tokoh politik,tokoh agama,para pejabat,para alumni dan warga. Bahkan alumni yang tidak pernah sowan dan nyambangi pondok pun hadir ketika mereka mendengar khabar Abah wafat....mereka merasa menyesal krn blm pernah sowan tp kali ini harus sowan setelah Abah sudah wafat.... ada alumni yang dari Lumajang,surabaya,banyuwangi,blitar,jombang,mojokerto,sidoarjo,gresik,tulungagung,trenggalik dan malang raya...mereka datang tanpa harus di undang seperti undangan reuni...tp mereka datang dgn kesadaran dan keterkaitan emosi yang kuat bahwa Abah memang bukan orang biasa tp luar biasa karena terbukti dengan perjuangan beliau dalam menegakkan dan memperjuangkan agama Islam melalui NU dan ponpes PPAI Annahdliyahnya. Bahkan para santri dan alumni tetap semangat mendoakan beliau dengan membaca surat yaasiin dan tahlil sampai malam ke 7 yang barusan di laksanakan. Menurut catatan tidak kurang hampir 300 orang ikut yasinan dan tahlilan serta puncaknya mlm ke 7 tadi yang di hadiri sekitar 500 orang....Semoga dengan banyaknya orang yang takziyah dan mendoakan beliau mrp salah satu tanda khusnul khotimah dan buah dari keikhlasan perjuangan beliau karena memang keikhlasan tidak perlu tampak dan di tampak - tampakkan karena Alloh swt sendirilah yang akan menampakkan buah dari keiklasan seseorang sebagaimana hal ini pernah di sampaikan oleh Almaghfulloh KH A. Hasyim Muzadi. " Selamat Jalan Abah KH M. Mansjur Semoga Alloh swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni segala kesalahan dan dosa  Abah dan Alloh menjadikan kubur panjenengan sebagai taman dari taman- taman surga. Aamiin.
Semoga Alloh swt memberikan kekuatan,kesabaran,kesehatan,kemampuan dan keikhlasan lahir batin kepada para putra-putri, dzurriyah dan para alumni utk meneruskan perjuangan panjenengan. Aamiin yaa robbal Aalamiin ( Aa Fauzi Pho, salah satu santri perdana,4 Mei 2017 mlm ke 7 wafat Abah Mansjur)

Posted by Manu karlos on 09.59 with No comments

Abah....masih dlm kerinduan dan tangisku dlm doaku....abah masih kmrn aku berdiri berjam-jam  dan tertunduk dihadapanmu karna hafalan alfiyah,masih kemarin engkau panggil namaku tuk membaca kitab kuning di hadapanmu,abah.....masih kemarin engkau mencariku dlm kamar dan engkau temukan aku di belakang pintu,abah.....aku rindu semua itu....๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญbegitu cepat engkau meninggalkan kita semua...abah...


MENGENANG SOSOK ABAH MANSYUR

Saat kesehatan abah semakin menurun, beliau lupa nama orang2 disekitarnya dan saat kami angkatan perdana menjenguk belia,  Abah ditanyai ning Misbah Atul siapa nama kami satu persatu,  ternyata diantara kami abah masih ingat namaku.......
Minayah yo....!!!!! (kata beliau)

Tahun 1990 serasa masih kemarin saat pertama kali ku langkahkan kakiku disini,  itupun karena aku tersesat. Ya, tersesat di jalan yang benar.
Saat itu aku telah putus asa karena tak mungkin orang tuaku menyekolahkanku setara SMA, namun aku sangat ingin melanjutkan sekolah tuk menggapai cita2ku.

Ku kumpulkan semua brosur dan ku perlihatkan ke bapak dan kupilihlah sekolah yang baru berdiri yang bernama MAPKNU(saat itu kubaca #mapekenu) , terasa aneh nama itu namun harus ku pilih karena SPP nya paling murah dan itupun masih minta keringanan.

Saat itu bukan pondok namanya,  tapi asrama yang ada ngajinya. Betapa terkejutnya aku saat masuk pertama kalinya disini teman2ku 60 siswa baru diantarkan kedua orang tuanya,  kakek neneknya serta kerabatnya dengan mobil, pakaian mereka ditaruh didalam koper, tapi aku saat itu naik bemo sendirian dan pakaianku kutaruh dalam kresek warna hitam dan bersandal jepit, namun bukan masalah bagiku yang penting aku bisa sekolah.

Disinilah aku tahu tentang NU, disinilah ada pelajaran ke-NU-an, padahal pendidikanku sebelumnya dibawah maarif tapi tidak diajarkan ke-NU-an adanya hanya di jadwal ujian saja.

Sekolah yang baru berdiri kukira yang sekolah hanya anak sekitar karangploso, tapi ternyata dari berbagai kota di wilayah Jawa Timur dan lagi mereka bukan anak orang biasa, banyak anak kiai, guru dan pengusaha dan rata2 anak orang berada sedangkan aku hanya anak seorang pencari kayu bakar yang beralih pekerjaan menjadi kuli panggul di pasar Karangploso, ada rasa minder saat itu namun aku harus tetap optimis. Disini aku mengenal berbagai karakter, disini aku bertemu guru2 yang hebat.

Ketika liburan semester abah masih sempat mengantarkan santri pulang dan mengunjungi wali murid. Meskipun duduk di bangku kayu yang reot di rumah yang berdinding bambu dan berlantai tanahpun abah dengan ramahnya tanpa memandang status sosial.

Anak beliau Nahdliyatul qodriyah saat itu masih Mts dan Nahdil khoir masih di MI serta Ahsanul Izzah belum sekolah sangat akrab dengan kami, alhamdulillah aku bersama orang2 hebat, punya teman2 yang hebat dan pastinya guru2ku orang2 hebat. Aku bersyukur telah mengenal semuanya hingga lulus yang semula 60 siswa yang bertahan hingga menamatkan pendidikan dan di wisuda pada tahun 1993 berjumlah 42 siswa.

Dikala kesendirianku merenung akan banyaknya salahku dimasa lalu, hanya iringan do'a dan tetesan air mata yang menemaniku saat ini

Abah....  Maafkan kami semua santrimu yang kurang berbakti

Terimakasih Abah yang telah membimbing kami

Terimakasih atas segala do'a yang abah panjatkan untuk kami....

Abah meninggal dengan senyuman
Semoga damai disana

Semoga keluarga tabah dan jadilah seperti abah....

#Karangploso_04 Mei 2017